Minggu, 12 Mei 2013

Hello Jaman SD dan SMP

Ceritanya di Minggu yang cantik (seperti saya.jelas.*dirudal),melakukan ritual bersih-bersih rumah.RItual suci ini rada lama dari biasanya karena mataku terpancing untuk membuka ulang apa yang udah di tong sampah.Untungnya di bungkus plastik bro jadinya ga secara langsung kena macem-macemnya yang ada di dalemnya.
Setelah pembongkaran menelanjangi tiga kantong plastik yang isinya kertas dan buku-buku jadul,hatiku mirissssss.Menemukan beberapa benda masa silam jaman SD Dan SMP.Dan semarang aku Udah kuliah aja :')

Seperti ini bahan penemuan menggerus hati...

Ini partitur bonang barung.Dulu jaman SD aku pemain gamelan dan bertugas di bagian bonang barung :')



Ditemukan juga setumpuk soal-soal usang dan lembar jawaban.Ini beberapa kenangan jaman SD :')


Ada juga setumpuk LKS jaman SMP.Asli ga tega buang :')
Bagi yang ngelesi dan minat dengan lks ini,kontak aku.Agar bisa bermanfaat lagi :')

Dan bagian yang ga kalah miris adalah ditemukannya secarik kertas dari guru les jaman SD.Guru les yang masih jaman perawan sekarang udh jadi ibu.Namanya mba Yanti :')

Sekian postingan nostalgia ini :')




Rabu, 08 Mei 2013

Makkkkk blogku masuk korannnn

 Selamat sore wahai pembaca blogku yang selalu imut seperti yang punya blog.Oiya penulis postingan blog gendeng yang suka kamu baca ini kesempatan masukkkk koran wuoooo.Iya bahas blog yang gendeng iini :/
Dan ini buat pembaca blogku tersayang <3
blog yang kamu baca ini masuk korannnn wuahahaha.
blogku lebih ngetop daripada aku :3


Di Koran tribun jateng edisi jumat,11 Mei 2013.Dengan judul artikel yang bikin geli menggelikan :3



Jangan-jangan Udah pada baca ya hayooooooo :3

Jodoh di Tangan Tuhan?

Selamat malam pembaca blogku yang emang niat mampir atau ga sengaja baca ini atau emang sengaja kepo.Tak apa~

Postingan kali ini seperti biasa dibuat atas pemikiran yang yaa begitulah.Pertanyaan yang timbul dari pemikiran manusia yang ga ada kerjaan (baca: aku yang entah mengapa mirip gini sama dian sastro).
 Pernah dengar kan ya kalimat yang bersuara,"Jodoh di Tangan Tuhan".Pastilah pernah atau jangan-jangan slogan hidup kamu? :3
Mari karena sudah terlanjur nyemplungin mata di postingan ini,mari ikut sejenak berpikir yang entah penting atau tidak menurutmu.

Menurutku pribadi,jodoh itu di tangan manusia yang berusaha mendapatkan jodohnya.Bukan untuk mereka yang bernaung di bawah bayang-bayang kalimat 'jodoh di tangan Tuhan'.Mengapa demikian?mari berkolaborasi dengan pikiranku yang lagi-lagi entah salah atau mungkin benar.

 Mari berbicara dengan mengenakan kacamata lelaki.
Selamat malam lelaki yang menyempatkan diri membaca sederet kalimat yang lagi-lagi entah salah atau mungkin benar.
Halo kamu,lelaki.
Kamu sudah di takdirkan sebagai manusia yang seharusnya memang bertugas 'menjemput' kaumku.Mengapa demikian?ya memang sudah takdirnya.Ibaratnya segaris keras acara lamaran.Yang ngelamar adalah lelaki dan kaumku yang dilamar.
Jangan gunakan kalimat 'emansipasi wanita'.
Jika kamu memiliki opini seperti ini,maka kuanjurkan kamu untuk mempelajari makna perjuangan Kartini sesungguhnya.Jangan sekadar mengerti tanggal 21 April sebagai hari kartini dan mengucapkan selamat kartini dengan blablabla....namun nyatanya pemahamanmu tentang emansipasi masilah nol.

Sekarang giliran aku,
Untuk kaumku,sudah selayaknya kamu membuka diri.Mungkin saja ada kaumnya yang ternyata mencintaimu dan mereka hanya pandai mencinta dalam diam.Jangan tutup dirimu,kaumku.
Jatuh cinta pada mereka adalah hal wajar.Jangan menolak hati dipilih oleh Tuhan untuk merasakan cinta selain dari mereka yang sedarah denganmu.
Jangan juga bernaung di bawah kalimat jodoh di tangan Tuhan.Setiap doamu di akhir ibadah agar dipertemukan dengan lelaki yang tepat,maka sempatkan pula peka akan sekitarmu.Mungkin kamu sudah menemukannya atau tak sengaja atau dia sudah lama dari dulu mengamatimu.
Semua bisa terjadi.Selayaknya Tuhan yang Maha Mungkin.

Kini ijinkan dengan kacamataku,aku berbicara.
Dalam ilustrasiku begini..

"Jodoh ada di tangan kita.Sebagaimana kita berusaha untuk mendapatkannya atau peka dan terbuka untuk menerima atau menafsirkat isyarat Tuhan.Ibaratnya,kita adalah pengaju proposal dan Tuhan adalah pengesahnya.Ibaratnya jika kamu sekarang sudah menemukannya (kekasihmu),dia yang ada bersamamu adalah proposalmu.Dan kamu mengajukan itu pada Tuhan.

Tuhan sebagai penyetuju.Maka dari makna uhan sebagai penyetuju inilah,baru kamu boleh menyebut 'Jodoh di tangan Tuhan'.Yap tentunya setelah kamu menjalani prosesnya.

Ibaratnya : proposalmu dibuka olehNya.Dibaca dan di teliti.Jika memang Tuhan berkehendak dia adalah sosok yang pantas membahagiakanmu,dia akan menyetujui.Jika tidak,akan ada sosok yang lain yanga kan menggantikan.Dengan catatan: tetaplah berusaha mencari atau peka untuk menemukan sang Belahan Jiwa.Jangan berlindung di bawah kalimat 'jodoh di tangan Tuhan'.

Bukankah Tuhan tidak menyukai umatNya yang malas?
Maka berusahalah kawan,Jangan sekadar menerima kalimat 'jodoh di tangan Tuhan' dengan mentah.Semua harus diimbangi usaha :)

Jika kamu tidak sependapat denganku,itu adalah wewenangmu.
Jika kamu tidak setuju dengan pernyataanku diatas,aku ingin bertanya.
"Jika jodoh di tangan Tuhan,maka mengapa ada kaum yang sampai tua belum menikah?"


Sabtu, 27 April 2013

Bagaimana rasanya?

Aku berada pada titik semu.
Saat komunikasi adalah hal terpenting yang hanya bisa dilakukan melalui media adalah harga mati dan kini jarang terlaksana.Entah kau sibuk entah siklus hidupmu yang bagaimana.Yang aku tau siklus hidupmu menambah dan ruang untukku semakin kecil.Entah aku mendapatkan celah seperti apa atau mungkin hanya secarik titik tanpa pusaran yang lebih lebar.
Aku menunggumu memberi waktu untukku.Aku menghormati segala aktivitasmu dengan menyuport dan memaklumi jika kau tak membalas pesanku dimanapun itu.
Dan pada suatu titik,aku lelah.Aku lelah memintamu untukku.

Sekadar untuk mendengarkan ceritaku dari yang mungkin ringan atau mungkin berat.Aku mulai lelah dengan jarak yang tak bisa membawamu kemari kapan saja aku mau.
Aku kesal entah pada apamu.

Harusnya aku menyalahkan siapa?

Aku sakit berkepanjangan.Kesal yang menumpuk dan hanya meleleh menjadi air mata.Kelenjar air mataku sedang ku aktifkan untuk beberapa hari ini.Mengalir tanpa kuperintah.Mengucur menjalar di pipi dan jatuh ke permukaan dasar.

Saat kau tak berkabar,aku menanyakan kabarmu pada temanmu.
Temanmu yang aku tau yang hanya bisa kuhubungi via media.Itupun jika mereka bertombol hijau.Itupun aku harus membaca terlebih dahulu dengan menebak-nebak bagaimana tipikel orangnya dan aku harap selalu saat pertanyaanku mendarat,mereka dalam keadaan mood yang bagus.

Di sisi lain,hatiku mencarimu dan otakku sempat malu pada teman-temanmu yang selalu kutanyakan hal yang sama,"tau (namamu) dimana?".

Begitu terus hingga mungkin mereka hafal.

Namun sekarang aku hanya menanyakan itu pada dua temanmu dan itupun jika tombol mereka kutemukan hijau menyala.Terimakasih pada temanmu yang menyempatkan diri membalas tanyaku membentuk jejeran huruf menjadi kalimat yang berkabar baik ataupun tidak.Dari yang mereka tau kamu ataupun tidak mengetahuimu dimana.Ada rasa terimakasih untuk mereka.

 Jika tidak kutemukan temanmu bertombol hijau,semua tanyaku di otak melebur berkombinasi dengan air mata dan lelapan tidur yang terjadi tanpa kurencanakan.



Jika aku adalah kamu,bagaimana rasanya?


Rabu, 24 April 2013

Kamu dimana?

Saat hanya lembaran putih di via maya yang bisa ku coret-coret indah sesuai diriku.Selalu ada dan sedia namun ini adalah pilihan yang kulakukan karena saat ini ku tak dihapakan oleh pilihan.Hanya ada ini dan aku ingin menyalurkan disini (mungkin)

Mungkin bisa juga sebagai pelampiasan.

Pelampiasan karena saat aku hanya butuh kamu ada dan nyatanya tak ada.
Kamu disini bukan hanya seorang.Kamu adalah mereka yang  berada di posisi khusus.

Ada bukan selalu menemani 24 jam.
Ada adalah saat aku benar2 di posisi yang membutuhkanmu dan kamu siap disitu tanpa adanya celah penolakan sedikitpun.Karena ada di  masa air mata tak bisa lagi tersimpan dengan rapi,karena ada masa dimana air mata harus tersemburat sekencang-kencangnya,karena ada masa dimana lelah itu suatu harga yang tak bisa ditolak.Karena ada suatu masa dimana hanya dengan kamu ada dan menyediakan diri sebagai pendengar yang baik adalah sesuatu yang lebih dari cukup untukku.


Karena ada di suatu masa dimana tak ingin berkeluh kesah pada Tuhan (walaupun Ia selalu ada)
Karena ada masa dimana aku ingin bercakap dengan lawan bicara dengan sesuatu yang nyata bukan sesuatu yang tersirat (walau tak harus dengan tatap muka)

 Karena ada masa dimana "tolong tinggalkan kesibukanmu sejenak.Lihat aku yang sudah lelah menunggu untuk kau menyediakan waktu"
Karena ada masa dimana aku benar-benar ingin menangis dengan leluasa di dekapanmu.

Selasa, 23 April 2013

23 ke 21

Dua puluh tiga di bulan keempat tahun dua ribu tiga belas.

Jadi seperti ini salah satu pelaku LDR merayakan anniv nya.Bergantung tinggi pada internet sekadar untuk bertatap muka walau via layar.


Seharusnya Indonesia memelihara para pelaku LDR.Kangen tapi ga bisa bertemu sudah seharusnya di akomodir negara (misal:penyediaan gerbong kereta bagi para LDR gratis) #saranterkeceabadini
Dan tentunya dihadapkan dengan ke PHP an dari sosok Doraemon dan pintu kemana saja nya yg hanya imajinasi itu miris :|







Tertanda
-Aku-
(Yang selalu mengucapkan kalimat dibawah ini di telinga kirimu)






Rabu, 17 April 2013

Peluk

Siapa yang tak kenal peluk?
Kata yang mudah di ucapkan dan dieja dengan lantang.
Kata yang cantik arti ,entah walau hanya sendiri atau saat berimbuhan.
Dan sangat berarti bila dilakukan terlebih pada momentum yang tepat.

Aku termasuk kaum pengagum peluk.
Ya, aku pecinta dan penikmat peluk garis keras.

Untukku peluk bukanlah saja tanda ungkapan sayang ataupun cinta.
Namun di balik itu tersembunyi makna lain yang lebih dari itu.

Dengan peluk,sebongkah rasa lelah bisa tersalurkan.
Dengan peluk,air mata terasa semakin berani untuk mengalir.
Dengan peluk,berharap jemari mereka menyentuh pipi dan menghapuskan perlahan.
Dengan peluk ,ada bagian yang terobati dengan sendirinya.
Dengan peluk,ada sisi ku dimengerti.

Dengan peluk,aku merasa dikuatkan.



Peluk aku sekarang walau hanya fatamorgana